Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) & Teknik Pengendaliannya


Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) memang Agak sulit mengidentifikasi apakah tanaman coklat kita terserang hama PBK atau tidak. Tahu-tahu saat buahnya dibelah, isinya sudah tidak karuan akibat gerekan larvanya dari dalam. Hal ini tentu saja merugikan petani. Untuk itu di tengah mengganasnya serangan hama PBK ini, tidak ada salahnya pada edisi kali ini kami membahas hama tersebut beserta alternatif pengendaliannya.

Bayangkan bila hamparan tanaman kakao yang kita miliki tiba-tiba tidak dapat menghasilkan sedikitpun. Kalaupun ada, ternyata buahnya rusak dan cacat akibat serangan hama. Apa yang anda lakukan? Tentu saja kita tidak akan berdiam diri bukan? Pasti kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengendalikan serangan hama tersebut, setidaknya meminimalkan kerusakan dan kerugian yang timbul.

Buah kakao y terserang hama Penggerek.

Sedikit gambaran kegundahan yang dialami para petani tanaman kakao (Theobroma cacao L.) saat ini. Sebagai salah satu komoditas andalan selain cengkeh , pengembangan tanaman kakao di daerah tersebut memang cukup pesat. Apalagi seperti kita ketahui bahwa, saat ini komoditas kakao termasuk salah satu komoditas penting karena disamping dibutuhkan sebagai bahan baku industri makanan, juga dibutuhkan oleh industri lain seperti farmasi serta untuk komoditas ekspor. Sehingga tidaklah mengherankan bila para petani kakao berusaha memaksimalkan produksinya dengan memelihara tanaman sebaik-baiknya.

Bagaimana pun juga kendala dalam meningkatkan produktivitas tanaman kakao ternyata lebih besar dibandingkan perkiraan para petani. Karena ternyata belakangan ini produksi dan kualitas biji yang dihasilkan cenderung mangalami penurunan akibat serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK).

Hal di atas tentu saja akan mengurangi pendapatan petani. Menurut survey yang dilakukan, beberapa petani setempat menuturkan, bahwa penyebab utama dari kerusakan tanaman kakao tidak lain adalah karena perubahan musim dan banyaknya kebun kakao yang terlantar dan tidak terawat dengan baik.

Di beberapa daerah sentra tanaman kakao, biji yang dihasilkan rusak karena serangan PBK dapat mencapai 80%. Artinya dari 1 kg hasil panen hanya 2 ons kakao yang bisa diambil hasilnya. Bisa kita bayangkan bila produksi kita sekitar 100 ton, tentu saja yang bisa kita dapatkan hanya 20 ton saja. Sebuah kerugian yang sangat besar. Hasil survei Pusat Pengembangan Bersama Kakao yang dilakukan di Sulsel menunjukkan bahwa sekitar 100.000 ha daerah sentra produksi kakao mengalami serangan PBK yang serius. Keadaan demikian juga dialami di Sulawesi Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa serangan hama PBK benar-benar sangat merugikan dan perlu segera diambil tindakan.

Imago Conopomorpha Cramerella Snellen

Penggerek buah kakao atau yang nama latinnya Conopomorpha cramerella Snellen ini tergolong serangga hama yang sulit dikendalikan. Mengapa ? Karena dia memiliki siklus hidup yang unik. Seperti halnya serangga lain, PBK ini juga berkembang biak dengan cara bertelur. Hama ini biasanya meletakkan telurnya setelah matahari terbenam pada alur kulit buah kakao. Setelah telur menetas dan menjadi larva.

Larva inilah yang menjadi biang kerusakan pada buah coklat karena dia akan segera membuat lubang ke dalam buah setelah menetas . Perilaku ini dimaksudkan agar terhindar dari pemangsa (predator). Larva yang masuk ke dalam buah akan tinggal pada biji atau plasenta (saluran makanan).

Di dalam buah, larva akan menggerek daging buah kakao tepat di bawah plasenta. Bahkan bagian diantara biji serta plasentanya pun ikut digerek, sehingga bila kita mengelopakkan kulit buah akan tampak lubang berwarna merah muda yang berliku-liku di dalam buah. Jadi, dengan adanya serangan PBK pada buah ini sedikit banyak akan menyebabkan biji gagal berkembang, biji dalam buah saling melekat, bentuknya kecil dan ringan. Padahal biji inilah yang dipanen dan menjadi produk utama dari tanaman kakao. Bila kualitas bijinya sebagai bahan baku tidak baik, tentu saja akan mempengaruhi kualitas produk akhirnya.

Kebiasaan hama PBK yang menyukai berada dalam buah tentu saja membuat pengendalian hama menjadi lebih sulit karena disamping kita sulit mengindentifikasi adanya kerusakan pada buah sejak dini, juga aplikasi pestisida langsung pada buah akan kurang efektif. Namun demikian, bukan berarti kita harus menyerah begitu saja terhadap serangan hama ini. Segala sesuatu ada kekuatan, ada pula kelemahannya, sehingga satu-satunya jalan untuk mengendalikan hama PBK ini adalah mengetahui dan memahami siklus hidup serta kebiasaannya. Dengan mengetahui siklus hidupnya, maka setidaknya kita bisa mengetahui pada fase mana hama tersebut membahayakan. Sehingga kita bisa merancang cara pengendaliannya.

Siklus Hidup
Sekurangnya dibutuhkan waktu 35 – 45 hari oleh hama PBK untuk berkembang dari telur menjadi imago (serangga dewasa), sehingga wajar dalam waktu yang cukup singkat perkembangan hama PBK ini sangat cepat. Siklus hidup serangga PBK ini sama seperti umumnya serangga lain yaitu : telur, larva, pupa dan imago.

untuk referensi/bacaan lanjutan dapat di donlot disini http://www.scribd.com/doc/41245203

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: