PNPM-Lingkungan Mandiri Perdesaan


 

Terselip Kehidupan di HULU yang menyayangkan

Kehidupan

 

PNPM-Lingkungan Mandiri Perdesaan Merupakan Program Yang Terintegrasi Kedalam PNPM-Mandiri Perdesaan. Dengan langkah pengintegrasian komponen lingkungan hidup dan pelestarian sumber daya alam kedalam Progam PNPM Mandiri Perdesaan, selanjutnya disebut dengan PNPM Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM-LMP) maka kegiatan ini akan mengutamakan perbaikan dan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam secara lestari kedalam salah satu Program Nasional dalam Penanggulangan Kemiskinan yang terintegrasi di Indonesia.

Pelaksanaan Program PMPM-LMP  di Provinsi Aceh umumnya dan Kabupaten Aceh selatan khususnya yang dimulai pada  akhir Maret 2010 lalu sekarang ini sudah memasuki bulan ke 9 perencanaan. Progres Kegiatan PNPM LMP Kabupaten Aceh Selatan saat ini secara umum berada pada tahapan selesainya Musyawarah Desa dua / Perencanaan, sehingga pada saat ini sudah dapat ditemukan usulan-usulan apa saja yang menjadi prioritas setiap desa untuk diajukan ke forum MAD prioritas guna selanjutnya dikaji lebih lanjut oleh forum ini untuk dirangkingkan berdasarkan skala prioritas kebutuhan Masyarakat.

Partisipasi perempuan dan masyarakat hingga saat ini dinilai sangat baik, harapan kedepan tentu saja agar partisipasi aktif dari semua lapisan masyarakat terutama perempuan sangat diharapkan, penekanan masyarakat sebagai subject program terus ditegaskan dalam setiap kesempatan, hal ini tidak lain untuk mendorong masyarakat berpartisipasi penuh dalam proses perencanaan, pelaksanaan maupun pada pemeliharaan/pelestarian nantinya.

Dalam langkah pengintegrasian komponen lingkungan hidup maka pemerintah mengembangkan suatu kegiatan Pilot Project PNPM Lingkungan Mandiri Perdesaan yang pada awalnya dikenal dengan nama Pilot Project Green Kecamatan Development Project (Pilot Project Green KDP). Kegiatan ini akan mengutaman perbaikan dan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam serta pengembangan energi terbarukan secara lestari ke dalam salah satu Program Nasional dalam Penanggulangan Kemiskinan yang terintegrasi di Indonesia.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan PNPM-LMP bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan perdesaan melalui pengelolan lingkungan dan sumber daya alam secara lestari.  Disamping juga terdapat tujuan khusus yaitu meningkatkan  kesadaran masyarakat perdesaan,  kapasitas masyarakat dan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam yang berkelanjutan serta meningkatkan tata pemerintahan lokal dalam perencanaan pembangunan yanag berwawasan lingkungan.

Pada tahun 2010 ini,  Kabupaten Aceh Selatan termasuk salah satu dari tiga kabupaten selain kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tengah sebagai lokasi PNPM Lingkungan Mandiri Perdesaan. Di Aceh selatan juga Terdapat 3 kecamatan partisipasi yaitu Kecamatan Kluet Tengah, merupakan kecamatan yang tergolong terpencil, kecamatan ini terdiri dari 13 Desa dan terletak pada ketinggian sekitar 80 DPL, Kecamatan ini memiliki kekayaan alam yang melimpah, Topografi yang bergunung-gunung dengan tingkat kemiringan sangat curam dan terjal. Kecamatan Kluet  Timur terdiri dari 7 Desa sedangkan kecamatan Pasie Raja memiliki 20 Desa yang merupakan kecamatan terbanyak jumlah desanya di bandingkan dengan 2 Kecamatan pilot lainnya. Ke tiga kecamatan tersebut memiliki tanah yang subur, hal ini memberikan keuntungan bagi usaha pertanian sebagai tulang-punggung ekonomi daerah. Potensi perekonomian bergantung pada komoditi, kakao, Kemiri, Nilam dan Pinang serta tanaman sayur, serta usaha peternakan dan perikanan air-tawar.

Total alokasi dana PNPM LMP setiap kecamatan adalah 500 juta, di tingkat kabupaten terdapat  dana  untuk kegiatan lintas kecamatan sebanyak 500 juta dan alokasi khusus untuk kegiatan PLTMH sejumlah 2.140.000.000.-. Disamping alokasi untuk kegiatan, juga terdapat alokasi DOK untuk perencanaan&Pelatihan program sebanyak 100 juta per masing-masing kecamatan.

Kelompok Sasaran PNPM

  1. Kelompok masyarakat miskin perdesaan (RTM),
  2. Kelembagaan masyarakat yang terkait dengan kegiatan lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam. (Kelompok petani, nelayan, penambang, peladang berpindah, dan kelompok peduli lingkungan),
  3. Tata pemerintahan lokal (Desa dan Kabupaten) lokasi pilot PNPM-LMP.

Jenis Usulan Kegiatan PNPM-LMP

Jenis-jenis kegiatan yang dibiayai melalui BLM PNPM-LMP adalah sebagai berikut :

  1. Kegiatan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam (contoh: hutan adat, hutan rakyat, agroforestry, dan ekowisata, pemanfataan sumber mata air, budi daya lebah madu, Pengelolaan Kompos/sampah organik);
  2. Kegiatan konservasi lingkungan dan sumber daya alam (contoh:  penghijauan lingkungan perdesaan, penanaman/rehabilitasi mangrove, pengelolaan daerah perlindungan laut, pembuatan bangunan konservasi tanah/air, penghijauan bantaran sungai, penghijauan pesisir, pelestarian tumbuhan / satwa langka),
  3. Kegiatan pengembangan energy terbarukan (contoh: Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro/PLTMH, Energi matahari/solar cell, biogas, briket arang, arang tempurung kelapa);
  4. Kegiatan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat yang mendukung pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam.

1.7.5. Jenis Kegiatan yang dilarang (Negative List)

Jenis kegiatan yang tidak boleh didanai melalui PNPM Lingkungan Mandiri Perdesaan adalah sebagai berikut:

  1. Kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas di dalam lokasi yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Lindung dan Hutan Konservasi, seperti Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Hutan Lindung, Taman Hutan Raya, dan Taman Nasional, kecuali ada ijin tertulis dari instansi yang mengelola lokasi tersebut,
  2. Kegiatan yang berdampak langsung pada kerusakan lingkungan (mengakibatkan pencemaran air, tanah dan udara)
  3. Kegiatan ekonomi yang mengarah kepada perdagangan flora-fauna endemik yang dilindungi.
  4. Pembiayaan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan militer atau angkatan bersenjata, pembiayaan kegiatan politik praktis/partai politik,
  5. Pembangunan/rehabilitasi bangunan kantor pemerintah dan tempat Ibadah,
  6. Pembelian chainsaw, senjata, bahan peledak, asbes dan bahan-bahan lain yang merusak lingkungan (pestisida, herbisida, obat-obat terlarang dan lainlain.),
  7. Pembelian kapal ikan yang berbobot di atas 10 ton dan perlengkapannya,
  8. Pembiayaan gaji pegawai negeri,
  9. Pembiayaan kegiatan yang memperkerjakan anak-anak di bawah usia kerja,
  10. Kegiatan yang berkaitan dengan produksi, penyimpanan, atau penjualan barang-barang yang mengandung tembakau,
  11. Kegiatan pengolahan tambang atau pengambilan terumbu karang,
  12. Kegiatan yang berhubungan pengelolaan sumber daya air dari sungai yang mengalir dari atau menuju negara lain,
  13. Kegiatan yang berkaitan dengan pemindahan jalur sungai,
  14. Kegiatan yang berkaitan dengan reklamasi daratan yang luasnya lebih dari 50 Ha,
  15. Pembangunan jaringan irigasi baru yang luasnya lebih dari 50 Ha,
  16. Kegiatan pembangunan bendungan atau penampungan air dengan kapasitas besar, lebih dari 10.000 meter kubik.

Pelaku Pada PNPM-LMP dari Tingkatan  Desa-Nasional :

  1. Pelaku di Desa

Pelaku kegiatan PNPM-LMP di tingkat desa adalah :

  1. Kepala Desa (Kades),
  2. BPD/Tuhapeut, TPK, TPU, KPMD
  3. Tim Pemantau, Tim Pemelihara,
  4. Kelompok Masyarakat/Pokmas (kelompok petani, nelayan, peladang, serta masyarakat peduli lingkungan) ,

Dalam kegiatan PNPM-LMP untuk KPMD, TPK, TPU dan Tim Pemelihara yang sudah dibentuk untuk kegiatan PNPM-MP apabila diperlukan maka bisa ditambah dengan satu atau lebih kader atau anggota dari kelompok masyarakat yang mempunyai kemampuan atau pengalaman teknis di bidang pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam.

2. Pelaku di Kecamatan

Pelaku kegiatan PNPM-LMP di tingkat kecamatan adalah :

  1. Camat, PJO-Kec PNPM Mandiri Perdesaan,
  2. Tim Verifikasi, UPK, BKAD, Pendamping Lokal (PL),
  3. Fasilitator Kecamatan PNPM-LMP (FK-Lingkungan), FK dan FT PNPM-MP

3. Pelaku di Kabupaten

Pelaku kegiatan PNPM-LMP di kabupaten adalah pelaku-pelaku yang berkedudukan dan berperan dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di kabupaten (terintegrasi dengan PNPM Mandiri Perdesaan), yaitu:

  1. Bupati, Tim Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten (TK PNPM Kab),
  2. PJO-Kab PNPM Mandiri Perdesaan,
  3. Fasilitator Kabupaten (F-Kab/FT-Kab), Pendamping UPK
  4. Konsultan PNPM-LMP Kabupaten (Asisten Tenaga Ahli Lingkungan/PLTMH)
  5. CSO (LSM Mitra) di Aceh Selatan OIC (Orangutan Information Centre)

4. Pelaku di Tingkat Provinsi

Para pelaku kegiatan PNPM Lingkungan Mandiri Perdesaan di tingkat provinsi adalah:

  1. Gubernur sebagai pembina dan penanggung jawab pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di tingkat Provinsi;
  2. Tim Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi;
  3. PJO-Prov. PNPM Mandiri Perdesaan,
  4. Konsultan PNPM-LMP Provinsi (Tenaga Ahli Lingkungan, MIS, Keuangan);
  5. Konsultan Manajemen Provinsi PNPM-MP (Korprov);
  6. CSO atau LSM mitra dan Tim Teknis PLTMH (TSU).

5. Pelaku di Tingkat Nasional

Sedangkan pelaku PNPM-LMP di tingkat Nasional adalah :

  1. Tim Koordinasi PNPM Lingkungan Mandiri Perdesaan Nasional (TK PNPM-LMP Nasional), Ditjen PMD Kementerian Dalam Negeri, berperan dalam melakukan pembinaan kepada Tim Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan di Provinsi dan Kabupaten yang meliputi pembinaan teknis dan administrasi. Dalam menjalankan tugasnya Tim Koordinasi PNPM-LMP Nasional didukung oleh Tim Sekretariat Nasional PNPM Lingkungan Mandiri Perdesaan dibawah Satker Direktorat SDA dan TTG, Ditjen PMD, Kementerian Dalam Negeri yang berkedudukan di Jakarta,
  2. Di tingkat nasional disediakan beberapa tenaga ahli PNPM-LMP yang dipimpin oleh seorang Ketua Tim Konsultan Manajemen Nasional (KM-Nas) PNPM-LMP berkedudukan di Jakarta,
  3. CSO (Civil Society Organization) atau LSM Lingkungan yang bermitra dengan Bank Dunia dalam program Pilot PNPM-LMP untuk kegiatan kampanye penyadaran lingkungan (Awarness), serta membantu program pelatihan yang berkaitan dengan aspek lingkungan.
  4. Tim Teknis PLTMH (TSU) yang memberikan bantuan teknis khusus untuk Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

***SEKILAS ACEH SELATAN***

Kabupaten Aceh Selatan secara geografis terletak pada 20-40 Lintang Utara dan 960 – 980 Bujur Timur dengan luas wilayah 4.005,10 Km2. Kabupaten Aceh Selatan berbatasan dengan kabupaten Aceh Tenggara di sebelah utara, Kota Subulussalam di sebelah timur, Samudera Indonesia di sebelah selatan, dan kabupaten Aceh Barat Daya di sebelah barat.

Kabupaten Aceh Selatan terdiri dari 16 kecamatan, 43 mukim dan 248 desa. Dari 16 kecamatan tersebut yang memiliki wilayah paling luas adalah kecamatan Trumon Timur yaitu 684,88 Km2 atau 17,10 % dari luas seluruh wilayah kabupaten Aceh Selatan. Sedangkan kecamatan dengan wilayah paling kecil adalah kecamatan Labuhan Haji yaitu 43,74 Km2 atau sekitar 1,09% dari luas seluruh Kabupaten Aceh Selatan. Pada tahun 2008 terjadi pemekaran desa dari Kecamatan Samadua yaitu desa Arafah yang berasal dari desa Ujung Tanoh dan desa Payonan Gadang.

Topografi kabupaten Aceh Selatan memanjang sepanjang pesisir barat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dari 16 kecamatan hanya 2 yang tidak berbatasan dengan samudra Indonesia yaitu kecamatan Kluet Timur dan kecamatan Kluet Tengah. Kecamatan terjauh yaitu kecamatan  abuhan Haji Barat pada sisi utara dan kecamatan Trumon Timur pada sisi selatan

** Hasil Pertanian

Kabupaten Aceh Selatan merupakan kabupaten yang mengusahakan kegiatan pertanian dengan baik. Hal tersebut ditunjukkandengan berbagai produksi pertanian, baik jenis tanaman pangan sepertipadi, palawija, dan sayur-sayuran. Pada tahun 2008 produksi padi di Kabupaten Aceh Selatan sebesar 69.783,91 Ton dengan produktivitas 4.34 Ton/Ha. Dibandingkan tahun 2007 angka produktivitasnya turun relatif besar, dimana produksinya sebesar 94.252,26 dan produkstifitasnya sebesar 4,62 Ton/Ha. Penurunan produksi padi di Kabupaten Aceh Selatan disebabkan oleh semakin sempitnya lahan produktif di kabupaten Aceh Selatan sehingga berakibat pada berkurangnya luas panen dari 20.416 Ha pada tahun 2007 menjadi 14.881 Ha pada tahun 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: